Berita

Pusat Penelitian Ekonomi LIPI
Standard Post with Image

Outlook Ekonomi Indonesia, "Akselerasi Transformasi Ekonomi, Langkah Baru Menuju Indonesia Baru"

Tahun 2020 akan menjadi momentum penting bagi dinamika ekonomi Indonesia. Titik tolak arah perjalanan pembangunan baru, bayang-bayang gejolak global, dan potensi pendinginan ekonomi nasional mengemuka. Secara umum, ketidakpastian dan perubahan lansekap ekonomi global akan memberikan tantangan bagi perekonomian nasional. Hasil dari pencapaian rencana pembangunan 2014- 2019 juga masih menanti. Sebagai contoh, pembangunan infrastruktur fisik secara massif memberikan harapan bagi pertumbuhan lebih tinggi. Namun dampak pembangunan infrastruktur hanya bersifat langsung, sementara dampak tidak langsung belum dirasakan.

 

Di sisi lain, penurunan kualitas konsumsi telah terjadi bersamaan dengan rendahnya kualitas investasi dimana mencerminkan kinerja usaha mikro kecil menengah dan usaha besar. Stagnasi kontributor utama pertumbuhan sektoral menjadi tantangan, seperti manufaktur dan perdagangan. Sisi manufaktur, hanya industri makanan minuman dan kertas percetakan mengalami geliat positif. Untuk jasa, transportasi pergudangan dan sektor jasa pemerintahan mengambil peran penting dalam mempertahankan pertumbuhan. Sejauh ini, kinerja pemerintah masih menjadi penopang utama pertumbuhan. Melihat faktor eksternal, tren depresiasi nilai tukar belum tampak menolong daya saing produk di tingkat global.

Tingginya impor bahan baku olahan untuk industri turut serta berkontribusi pada pelemahan pertumbuhan dimana secara bersamaan dapat menciptakan kekakuan dan keterbatasan jarring produksi industri nasional. Terlebih, tata kelola (governance) sebagai salah satu unsur penting dari soft infrastructure belum berperan secara optimal. Namun, Pusat Penelitian Ekonomi LIPI masih memandang optimis perekonomian di tahun 2020 diatas 5%. Kondisi tersebut akan tercapai bila akselerasi transformasi ekonomi dapat diwujudkan.

Untuk membahas bagaimana langkah baru yang akan diambil, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Ekonomi memaparkan hasil penelitian yang berjudul “Outlook Ekonomi 2020 - Akselerasi Transformasi Ekonomi, Langkah Baru Menuju Indonesia Baru” pada Selasa, 17 Desember 2019. Hasil penelitian ini dipaparkan oleh Agus Eko Nugroho, Maxensius Tri Sambodo, Carunia Mulya Firdausy, dan Syarif Hidayat dari Pusat Penelitian Ekonomi.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Media Briefing Serbuan Produk Impor dan Penjual Asing pada E-commerce Indonesia: Permasalahan dan Upaya Penyelesaiannya

Perkembangan e-commerce memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian Indonesia. Data dari Bank Indonesia mencatat pada tahun 2018 nilai transaksi untuk e-commerce formal mencapai lebih dari Rp 77 triliun, selain itu e-commerce juga menyerap banyak tenaga kerja. Namun demikian, karakteristik e-commerce yang tanpa batas memberikan ancaman yang serius bagi produsen dan penjual online di Indonesia.

Untuk membahas bagaimana sebaiknya pemerintah mengatasi hal tersebut , Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Ekonomi memaparkan hasil penelitian yang berjudul "Serbuan Produk Impor dan Penjual Ading pada E-commerce Indonesia: Permasalahan dan Upaya Penyelesaiannya, beserta Rekomendasi Kebijakan, pada Jumat 13 Desember 2019 di Jakarta. Hasil Penelitian ini dipaparkan oleh Bapak Nika Pranata dan Bapka Zamroni Salim.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Seminar Nasional 2019 Mengupas Dinamika dan Tantangan Indonesia dalam Perekonomian Global

Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengadakan Seminar Nasional 2019 dengan tema Dinamika dan Tantangan Indonesia dalam Perekonomian Global pada Kamis, 12 Desember 2019 dengan 4 narasumber yakni Nurlaila Nur Muhammad (Kepala Pusat Pengkajian Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan); Kiki Verico, Ph.D (LPEM FB UI); Shinta W. Kamdani (Wakil Ketua Umum Bidang Hubungan Internasional, Kamar Dagang dan Industri Indonesia) dan Zamroni Salim, Ph.D (Pusat Penelitian Ekonomi, LIPI).

Dalam diskusi panel kali ini membahas mengenai kondisi perekonomian global yang belum menentu dan cenderung protektif. Selain itu adanya isu perang dagang antara Amerika Serikat dan China, anti globalisasi dimana terdapat negara - negara yang mengadopsi hambatan perdagangan, sistem perdagangan multilateral yang masih dipertanyakan dan isu resesi global yang akan berdampak pada Indonesia serta bagaimana seharusnya kinerja perdagangan Indonesia. 

Nurlaila Nur Muhammad mengatakan, Indonesia memiliki strategi - strategi dalam menghadapi situasi perekonomian global yang tidak menentu ini. Strategi yang diterapkan adalah strategi pada jangka pendek, strategi jangka menengah dan rencana pelaksanaan misi dagang di tahun 2020 dengan 10 misi dagang, dengan target pasar non tradisional dan mitra dagang utama seperti Pakistan, Vietnam, EFTA country, ECC country, ECOWAS, Gulf Country, Australia, Jepang, Korea Selatan dan Perancis. Selain itu, Shinta W. Kamdani memberikan beberapa masukan dalam pelaksanaan strategi nasional pada perspektif pelaku usaha, salah satunya adalah percepatan pelaksanaan Omnibus Law dan OSS untuk meningkatkan iklim yang lebih baik di dunia usaha dan investasi.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Media Briefing Paradoks Pembangunan Rendah Karbon di Indonesia

Dampak dari perubahan iklim global memang tidak dapat dihindari pasti berpengaruh pada keberlangsungan hidup manusia yang mengarah pada krisis pangan. Bukan hanya itu, percepatan pembangunan yang berbanding lurus dengan perusakan lingkungan akan lebih jauh mempengaruhi perekonomian suatu negara. Dengan situasi tersebut, Indonesia menjadi salah satu negara yang ikut berpartisipasi dalam mengatasi perubahan iklim, yakni dengan perencanaan pembangunan rendah karbon. Salah satu strategi menuju pembangunan rendah karbon, yaitu pembangunan energi berkelanjutan dan menuangkan kebijakan pembangunan rendah karbon dalam Peraturan Presiden NO. 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Melihat situasi tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan penelitian Model dan Strategi Pembangunan Rendah Karbon di Sektor Energi dan telah disampaikan dalam Media Briefing Paradoks Pembangunan Rendah Karbon di Indonesia pada Selasa, 10 Desember 2019 di Media Center LIPI, Gedung Sasana Widya Sarwono LIPI Lt. 1 yang disajikan oleh Dr. Maxensius Tri Sambodo.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Media Briefing Revitalisasi Tambak Udang Dipasena

Tambak Udang Dipasena yang berlokasi di Tulang Bawang, Lampung pernah tercatat sebagai tambak udang terbesar di kawasan Asia Tenggara di dekade 1990-an. Dibangun dengan skema usaha Tambak Inti Rakyat (TIR), Dipasena terdiri dari 9.450 Ha hak guna usaha tambak yang dimiliki oleh perusahaan inti dan 6.800 Ha sertifikat hak milik  tambak yang dimiliki oleh petambak plasma serta lahan pemukiman dan fasilitas perusahaan. Pada masa keemasannya, tambak ini mampu memproduksi 200 ton udang per hari dan  menyumbang devisa negara sebesar 3 juta USD. Sayangnya, krisis ekonomi serta bangunan relasi plasma-inti yang sangat timpang telah menumbangkan produktifitas tambak pada ujung pemerintahan Orde Baru.

Upaya membangun kembali harus menghadapi krisis keuangan akut dan konflik sosial, meskipun pemerintah  mengupayakan alternatif skema usaha lain. Melihat kondisi tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan penelitian model revitalisasi tambak udang Dipasena dan telah disampaikan dalam Media Briefing Revitalisasi Tambak Udang Dipasena pada Selasa, 3 Desember 2019 di Media Center LIPI, Gedung Sasana Widya Sarwono LIPI Lt. 1.


Selengkapnya...
Standard Post with Image

Seminar Hasil P2E LIPI

Pusat Penelitian Ekonomi LIPI (P2E-LIPI) melakukan kegiatan Seminar Hasil Penelitian yang dilaksanakan pada tanggal 28 - 29 November 2019 di ruang rapat Gedung WG Lantai 1. Seminar Hasil ini dilakukan oleh masing-masing kelompok penelitian, pertama kelompok penelitian keuangan dengan judul "Peningkatan Daya Saing dan Inklusivitas Lembaga Keuangan Dalam Mendorong Pengembangan UMKM untuk Memperkuat Diplomasi Ekonomi" dengan narasumber yaitu Dr. Piter Abdullah dari CORE Indonesia, kedua kelompok penelitian E-Commerce dengan judul "Penguatan Diplomasi Ekonomi Melalui E-Commerce : Peran UMKM dalam Jaringan Produksi dan Pemasaran Global" dengan narasumber yaitu Djanurindro Wibowo Kepala Subdit Impor Direktorat Teknis Kepabeanan DJBC dan Septo Soepriatno Kasubid Perdagangan melalui sistem elektronik, ketiga kelompok penelitian energi dengan judul "Penguatan Efektivitas Diplomasi Ekonomi yang Berdaya Saing dan Inklusif : Model dan Strategi Pembangunan Rendah Karbon (Low Carbon Development) di Sektor Energi dan Transportasi" dengan narasumber yaitu Irfan Darliazi Yananto dari Bappenas dan keempat kelompok penelitian Infrastruktur dengan judul "Peran Infrastruktur Maritim dalam Pembangunan Kewilayahan dan Pengentasan Kemiskinan : Penguatan Sektor Transportasi Logistik dan Penunjang Kawasan Ekonomi Pariwisata" dengan narasumber Dr. Ferry Irawan dari Asisten Deputi Pembangunan Ekonomi Daerah dan Sektor Riil Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

42 Mahasiswa Universitas Brawijaya Diskusi Isu Ekonomi di LIPI

Jakarta, Humas LIPI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melalui Pusat Penelitian Ekonomi, menerima kunjungan mahasiswa Ekonomi dan Bisnis (LSME), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Brawijaya, Malang. “Sebagai lembaga penelitian, sudah kewajiban bagi kami untuk memberikan pemahaman apa yang dilakukan terkait perekonomian Indonesia,” ujar Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Agus Eko Nugroho di Jakarta, Jum’at (25/10).

Agus mengatakan, secara umum selain melakukan penelitian, LIPI juga melakukan fungsi membantu memberikan masukan kebijakan ekonomi pada pemerintah. “Termasuk di dalamnya membantu layanan publik, contoh menerima kunjungan mahasiswa seperti saat ini dan magang thesis ada pendampingan peneliti. Setiap tahunnya dari Fakultas Ekonomi Satya Wacana, Salatiga ada 15-20 mahasiswa, melakukan magang 1 bulan,” papar Agus.

Pada kesempatan ini, Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Felix Wisnu Handoyo, membahas isu ekonomi yang aktual. “Asuransi kesehatan nasional yang sedang marak di bahas di masyarakat, BPJS misalnya. Penguatan dan pemerataan layanan kesehatan, perlu dilakukan evaluasi. Sejak peluncuran Asuransi Kesehatan Nasional Indonesia tercatat mengalami defisit keuangan sekitar Rp 16.5 triliun pada 2016,” ungkapnya.

Defisit keuangan tersebut menurut Wisnu, dikarenakan klaim yang jauh lebih besar daripada premi yang dikumpulkan oleh anggota program. Wisnu menerangkan, Pemerintah harus meningkatkan premi untuk menjaga keberlanjutan program. “Secara statistik klaim premi berpengaruh signifikan untuk mengurangi pengeluaran medis, tetapi tidak cukup untuk meningkatkan status kesehatan, sehingga program ini berhasil meningkatkan jumlah orang untuk mengakses layanan perawatan medis, secara umum,” tutupnya. Sesi diskusi kunjungan ini dipimpin oleh Euis Yulia Gantini, Humas di Biro Kerja Sama, Hukum, dan Humas LIPI. (ey,ys/ed.mtr)


Selengkapnya...
Standard Post with Image

Seminar Hasil Penelitian BEKRAF - P2E LIPI

Rabu, 27 November 2019, Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerjasama dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) melakukan seminar hasil penelitian dengan judul "Tata Kelola Dana Perfilman dan Implementasi Insentif Pajak yang Berdaya Saing dan Inklusif". Hadir sebagai opening remark Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc (Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), keynote speech Endah Wahyu Sulistiawati S.T., MFA (Deputi Hubungan Antar Lembaga dan Wilayah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dan Dr. Robert Leonard Marbun (Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Kebijakan Penerimaan Negara).

Secara lebih spesifik, kerjasama Bekraf dan P2E LIPI mengkaji peran insentif fiskal bagi industri perfilman Indonesia dan penelitian yang telah berjalan sejak 2018. Hasilnya serangkaian insentif fiskal yang penting untuk penguatan ekosistem perfilman Indonesia masih merjasama Bekraf dan P2E LIPI mengkaji peran insentif fiskal bagi industry perfilman Indonesia dan penelitian yang telah berjalan sejak 2018. Hasilnya serangkaian insentif fiskal yang penting untuk penguatan ekosistem perfilman Indonesia masih menemui banyak kendala dan tantangan.
Selama ini ekonomi kreatif hampir semua berbasis kebudayaan dimana ada dimensi yang tidak dapat dikontrol. Tapi jika berbasis riset jauh lebih tinggi potensi yang dapat diprediksi untuk menyediakan solusi, jelas Kepala LIPI Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc.

Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Agus Eko Nugroho mengatakan, serangkaian insentif perpajakan tersebut masih menghadapi tantangan terkait dengan jumlah layar yang masih minim. Sebagai informasi, hingga akhir tahun 2018, jumlah layar bioskop di Indonesia diperkirakan mencapai 1.680 layar dan sekitar 1.000 layar dimiliki oleh Cinema 21. “Indonesia sebetulnya membutuhkan sebanyak 9.000 layar dan target pada tahun 2020 sebanyak 2.400 layar. Selain itu, pajak tontonan yang menjadi domain di pemerintah kabupaten/kota memiliki tarif yang berbeda antara 10 persen hingga 35 persen,”

Berdasarkan hasil studi tahun 2018, Agus menyebutkan beberapa pelaku usaha meminta adanya kepastian hukum pajak tontonan daerah. “Film selama ini dikenakan pajak hiburan yang tarifnya bisa mencapai 35%. Studi di tahun 2019 menunjukkan pentingnya kepastian besaran pajak tontonan,” terangnya. Menurutnya, pandangan responden merujuk pada angka 10% sebagai tarif yang relatif dapat diterima.  “Dengan penurunan tarif pajak tontonan film ke tingkat tersebut, maka diharapkan bisa meningkatkan daya beli penonton yang pada gilirannya dapat menstimulasi investasi gedung bioskop dan meningkatkan PAD,” ujarnya.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

PUI P2E LIPI Menandatangani Perjanjian Kerja Sama Sinergi Penelitian dengan PUI Balitbang Kemenhub

Pusat Penelitian Ekonomi LIPI menandatangani Perjanjian Kerja Sama Sinergi Penelitian antar Pusat Unggulan Iptek (PUI) Kebijakan Ekonomi LIPI oleh Bapak Dr. Agus Eko Nugroho, PUI Perhubungan Jalan dan Perkeretaapian Kementerian Perhubungan oleh Bapak Baitul Ihwan, SH, DESS, serta PUI Pengembangan Transportasi Antarmoda Kementerian Perhubungan oleh Bapak Masrono Yugihartiman, A.TD., M.Sc.

Penandatanganan kerja sama ini dilakukan di Badan Litbang Kementerian Perhubungan, Medan Merdeka Timur, Jakarta. Topik penelitian kerja sama antara P2E LIPI dengan Balitbang Kemenhub ini adalah mengenai manfaat tol Trans Jawa terhadap perekonomian regional.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Seminar Akhir Penyusunan Klasifikasi Usaha Industri Kreatif

Pusat Penelitian Ekonomi LIPI bekerja sama dengan Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menyelenggarakan Seminar Akhir Penyusunan Klasifikasi Usaha Industri Kreatif pada hari Kamis, 14 November 2019 bertempat di Hotel Morrissey Jakarta. Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Dr. Agus Eko Nugroho. Bertindak sebagai moderator adalah peneliti P2E LIPI, Panky Tri Febiyansyah dengan peneliti P2E LIPI, Joko Suryanto sebagai penyaji.

Dr. Wawan Rusiawan selaku Direktur Riset, Edukasi dan Pengembangan BEKRAF; Dian Permana Sari selaku Kepala Sub Direktorat Metodologi dan Analisis Riset BEKRAF; dan Dwi Hariyanto dari Direktorat Metodologi BPS menjadi pembahas dalam acara tersebut.

Dalam penelitian tahun ini, fokus kajian yang dilakukan adalah Penyusunan Klasifikasi Usaha Industri Kreatif untuk sektor desain produk, seni pertunjukkan, dan desain komunikasi visual. Kajian dilaksanakan pada dua provinsi: Jawa Barat dan DI Yogyakarta. Kedua provinsi tersebut dipilih mengingat para pelaku industri kreatif untuk ketiga sektor tersebut berada di sana. Harapan dari kajian ini adalah agar Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) akan semakin tajam dan kreatif.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

International Workshop on Critical Issues in Economic and Social Development

Acara workshop internasional kerjasama antara IPSK LIPI dengan IDE-JETRO, sambutan dan pembukaan disampaikan oleh Prof. Tri Nuke Pudjiastuti selaku Deputi IPSK LIPI.  Dr. Maxensius Tri Sambodo merupakan penggagas kerjasama kegiatan penelitian IPSK LIPI dengan IDE-JETRO tersebut. Acara pembukaan ini disimbolkan dengan pemberian cenderamata dari Ibu Deputi kepada pihak IDE-JETRO yang diwakili oleh Ibu Miki Hamada.

 

IDE-JETRO yang sudah ada sejak tahun 1950 melakukan perdagangan dan promosi investasi. IDE-JETRO melakukan penelitian tentang perkembangan ekonomi di Asia. Kemudian keduanya melakukan merger di tahun 1998. IDE-JETRO saat ini sudah memiliki 3 pusat penelitian yaitu:

1.   Area Studies Center (Southeast Asia, East Asia, South Asia, Middle East, Africa, Latin America, Current Affairs)

2.    Development Studies Center

3.    Inter-disciplinary Studies Center

 

IDE-JETRO memiliki peneliti yang tersebar dalam berbagai disiplin ilmu yaitu:

1.      67 orang peneliti di bidang ekonomi,

2.      27 orang peneliti di bidang ilmu politik,

3.      12 orang peneliti di bidang sosiologi,

4.      11 orang peneliti di bidang statistic,

5.      5 orang peneliti di bidang lingkungan, dan

6.      4 orang peneliti di bidang hukum.

 

Proyek penelitian selama tahun 2019 ada 67 proyek penelitian. Untuk peneliti expert negera Indonesia, adalah Yuri Sato (pada penelitian ekonomi, industry dan bisnis di Indonesia), Miki Hamada (Pengembangan Keuangan, Keuangan Perusahaan, dan Ekonomi Indonesia), Koichi Kawamura (Politik Indonesia dan Politik Perbandingan), Takayuki Higashikata (Ekonomi Indonesia dan Pengembangan Ekonomi), serta Michikazu Kojima (Ekonomi Lingkungan dan Sumber Daya, Masalah Lingkungan di Indonesia, Daur Ulang dan Pengelolaan Sampah di Negara-negara Asia).

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Prof. Syarif Hidayat: Tantangan Tata Kelola dalam Industri 4.0

Prof. Syarif Hidayat profesor riset LIPI dan sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  Universitas Nasional (FISIP Unas) berdiskusi dengan beberapa  narasumber dari berbagai negara seperti Claudio Cozzolino dari Master of Arts dalam Bahasa dan Peradaban Asia – Asia Timur, Dr. Zaini Othman dari Universiti Malaysia Sabah, Alexander Meekin, Second Secretary for Political Affairs Kedutaan Australia, Ms. Park Jin-Young, Second Secretary for Political Affairs Kedutaan Korea, Dr. Inosentius Samsul, S. H., M.Hum dari Badan Keahlian DPR RI, Ir. Indra Iskandar, M.Si Sekertariat Jendral DPR RI,  Agung Nugraha, S.IP., M.Si The Cyber Body and National Encryption Agency/BSSN Republik Indonesia dalam International Conference on Social Politics dengan tema “Cyber Security in the Technological Era 4.0”  di aula blok 1, lantai 4 Unas, Jakarta, Kamis (17/10).

Menurut Syarif ada beberapa aspek tantangan di dalam industri 4.0, salah satunya adalah tata kelola. "Di antara aspek kompleksitas penting dari Industri 4.0 di luar teknologi adalah tantangannya untuk tata kelola, namun juga keberhasilan ini tergantung pada kemampuan pemerintah dan warga negara untuk berkomitmen dalam mendukung transformasi masyarakat menjadi masyarakat modern dan cerdas yang digerakkan oleh teknologi canggih", pungkas Syarif.

Syarif berpendapat, di antara bias konseptual yang dimaksud adalah bahwa arena pemerintahan yang baik telah lebih ditekankan di negara, sedangkan arena masyarakat tidak mendapat perhatian seimbang. Hal ini terjadi karena diyakini oleh lembaga internasional, khususnya Bank Dunia, bahwa buruknya kinerja negara (pemerintah) dalam menyediakan layanan publik adalah faktor utama yang menyebabkan kegagalan sebagian besar negara berkembang dalam memanfaatkan bantuan asing untuk pembangunan ekonomi.

Sumber Foto: Humas Universitas Nasional

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Pusat Penelitian Ekonomi LIPI dan J-PAL kerja sama mengadakan Lokakarya Evaluasi Program Sosial

Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI bekerja sama dengan The Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab (J-PAL) mengadakan lokakarya 'Evaluasi Program Sosial' pada 9 - 11 Oktober 2019. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Widya Graha LIPI tersebut dihadiri oleh sekitar 30 peserta baik berasal dari Pusat Penelitian Ekonomi LIPI maupun mitra J-PAL. Kegiatan dibuka oleh Achsanah Hidayatina selaku koordinator Pusat Unggulan Iptek P2E LIPI. Ia mengatakan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka pengembangan SDM peneliti khususnya P2E LIPI.

Dalam lokakarya tersebut peserta diberikan pelatihan terkait evaluasi dampak khususnya metode evaluasi acak. Tidak hanya sekedar teori, peserta juga diajak praktek dalam menentukan desain evaluasi dampak hingga mengukur dampaknya. Dalam kesempatan itu, Milda Irhamni dan Gumilang Sahadewo, Postdoctoral Research Fellow J-PAL merupakan pemateri utama dalam lokakarya.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Yani Mulianingsih menjadi Tim Penilai untuk Penghargaan Stakeholder KUR

Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Yani Mulianingsih menjadi Tim Penilai untuk penghargaan stakeholder Kredit Usaha Rakyat (KUR)  tahun 2019 kategori pemerintah daerah dan penjamin KUR, yang diselenggarakan tanggal 16 sampai dengan 17 September 2019, di Hotel Grand Savero Bogor.

Sebelumnya, Yani telah menjadi Tim Penilai untuk penghargaan stakeholder Kredit Usaha Rakyat (KUR)  tahun 2019 kategori Kanwil Ditjen Pembendaharaan terbaik  diselenggarakan tanggal 14 sampai dengan 15 Agustus  2019, di Hotel Aston  Bogor.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Upgrading Peneliti: Pelatihan Pengolahan Data Susenas

Sebagai peneliti, data merupakan salah satu komponen penting dalam penelitian. Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI mengadakan pelatihan pengolahan data Survei Sosial dan Ekonomi Nasional di Hotel Akmani Jakarta Pusat pada 1-2 September 2019. Kegiatan dibuka oleh Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Agus Eko Nugroho. Peserta pelatihan internal ini dihadiri oleh sekitar 15 peneliti muda dan 2 peneliti dari SMERU sebagai mentornya. Pelatihan pengolahan data tersebut bertujuan untuk meningkatkan kemampuan peneliti muda untuk mengolah data mikro seperti data Survei Sosial dan Ekonomi Nasional, Survei Angkatan Kerja Nasional, dan data sejenis. 

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Pelatihan Academic Writing untuk Mendorong Publikasi Internasional

Dalam rangka mengejar publikasi internasional, Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI menyelenggarakan pelatihan penulisan ilmiah dalam bahasa Inggris (Academic Writing) pada 21-23 Agustus 2019 yang bekerja sama dengan IALF. Bertempat di Plaza Kuningan, pelatihan tersebut dihadiri oleh sekitar 15 peneliti P2E Ekonomi utamanya penelti utama dan madya. Peneliti diberikan bekal dalam menulis karya tulis ilmiah dalam bahasa Inggris yang baik. Diharapkan pelatihan tersebut dapat mendorong jumlah publikasi internasional peneliti P2E LIPI.

Selengkapnya...