Media Briefing Revitalisasi Tambak Udang Dipasena

Tambak Udang Dipasena yang berlokasi di Tulang Bawang, Lampung pernah tercatat sebagai tambak udang terbesar di kawasan Asia Tenggara di dekade 1990-an. Dibangun dengan skema usaha Tambak Inti Rakyat (TIR), Dipasena terdiri dari 9.450 Ha hak guna usaha tambak yang dimiliki oleh perusahaan inti dan 6.800 Ha sertifikat hak milik  tambak yang dimiliki oleh petambak plasma serta lahan pemukiman dan fasilitas perusahaan. Pada masa keemasannya, tambak ini mampu memproduksi 200 ton udang per hari dan  menyumbang devisa negara sebesar 3 juta USD. Sayangnya, krisis ekonomi serta bangunan relasi plasma-inti yang sangat timpang telah menumbangkan produktifitas tambak pada ujung pemerintahan Orde Baru.

Upaya membangun kembali harus menghadapi krisis keuangan akut dan konflik sosial, meskipun pemerintah  mengupayakan alternatif skema usaha lain. Melihat kondisi tersebut, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan penelitian model revitalisasi tambak udang Dipasena dan telah disampaikan dalam Media Briefing Revitalisasi Tambak Udang Dipasena pada Selasa, 3 Desember 2019 di Media Center LIPI, Gedung Sasana Widya Sarwono LIPI Lt. 1.


 Media Briefing Revitalisasi Tambak Udang

 IKV

Komentar

*
*
*