Tata Kelola Kelistrikan Di Kawasan Ekonomi Khusus

Beranda / Policy Paper

Tata Kelola Kelistrikan Di Kawasan Ekonomi Khusus
Tema: Pembangunan Daerah


  • 2018-12-17
  • Energi, Kawasan Ekonomi Khusus, Kelistrikan
  • Chitra Indah Yuliana S.E, M.Dev. Econ, Dr. Maxensius Tri Sambodo, Drs. E. Toerdin S. Usman MA., Prof. Dr. Syarif Hidayat, Putri Irma Yuniarti S.E., M.S.E, Rio Novandra S.E.n
  • Download File

Abstrak:

Zona energi merupakan bagian yang tidak dapat dilepaskan dari keberadaan KEK. KEK Mandalika dan Tanjung Kelayang, sama-sama memiliki konsep sebagai KEK Pariwisata yang mengadopsi konsep ‘green eco tourism’. Dalam konteks penyediaan kebutuhan listrik di dalam kawasan, KEK Mandalika berencana untuk membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 5 MW dengan skema independent power producer (IPP). Demikian pula di kawasan KEK Tanjung Kelayang, akan dibangun sekitar 10 MW Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau sebesar 40% dari total kebutuhan listrik yang direncanakan. Policy brief ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar dapat menjamin tercukupinya kebutuhan listrik di KEK baik secara kuantitas dan kualitas dan yang jauh lebih penting merujuk pada amanat UU Nomor 39 Tahun 2009 Tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), akan pentingya sistem energi hijau/bersih (green/clean energy system). Rekomendasi kebijakan diberikan melalui perbandingan pengalaman di beberapa negara serta realitas empiris dari hasil penelitian lapangan.

Share: