Berita

Pusat Penelitian Ekonomi LIPI
Standard Post with Image

Media Brifing Outlook Perekonomian 2021: Upaya Mempercepat Pemulihan Ekonomi di Tengah Pandemi

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dalam agenda Media Briefing Outlook Perekonomian 2021 memprediksi pertumbuhan ekonomi nasional akan bergerak menuju perbaikan di tahun 2021. Sinyal perbaikan pertumbuhan ekonomi telah Nampak di Q3-2020.  Namun perbaikan perekonomian ini bergantung pada kecepatan pemerintah dalam melakukan program vaksinasi secara nasional.

Jumlah vaksin yang tersedia akan dipengaruhi oleh kemampuan pemerintah untuk melakukan negosiasi dengan produser. Sementara jumlah penduduk yang divaksin dipengaruhi oleh persepsi masyarakat terhadap vaksin itu sendiri. Pada Media Briefing kali ini, Kepala Puslit Ekonomi, LIPI, Agus Eko Nugroho, menjabarkan 3 outline penting, yaitu refleksi perekonomian nasional, proyeksi perekonomian pada tahun 2021, dan tantangan dan strategi pemulihan ekonomi nasional.

Refleksi perekonomian nasional secara garis besar menunjukkan bahwa hampir semua sektor mengalami pertumbuhan negatif pada kuartal II dan III, namun perlahan lahan mulai menunjukkan rebound. Hal ini didukung oleh upaya pemerintah dari segi preparedness dinilai cukup baik.

Salah satu yang menjadi catatan penting adalah walaupun adanya peningkatan mobilitas pasca dibukanya PSBB tidak serta merta otomatis meningkatkan aktivitas ekonomi. Misalnya saja pertumbuhan PDRB Bali pasa Q3 bahkan mengalami kontraksi. Namun, di beberapa daerah seperti Sulawesi Utara sudah mengalami peningkatan PDRB yang signifikan di Q3.

Sektor sektor yang menjadi penahan kontraksi dalam pertumbuhan ekonomi dan serapan tenaga kerja adalah pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sedangkan yang menghadapi goncangan paling besar adalah sektor manufaktur. Untuk sektor perdagangan, pergudangan, transportasi, dan akomodasi masih mampu menjadi tumpuan tenaga kerja.

Untuk tahun 2021, keberadaan vaksin akan menjadi salah satu variabel untuk mendorong ekspektasi konsumsi. Misalnya saja, apabila cakupan vaksin sudah sampai 50% maka diproyeksikan akan terjadi pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan di angka 3-3.7%.

Jadi, sebenarnya walaupun pandemi telah memberikan dampak yang cukup signifikan bagi perekonomian indonesia, namun masih ada beberapa hal yang bisa memberikan optimisme seperti pengalaman Indonesia di masa krisi yang cukup cepat mengalami perbaikan dan juga adanya vaksin yang diharapkan mampu meningkatkan perekonomian.

Dr. Purwanto yang menjabarkan Isu & tantangan ketahanan pangan di Indonesia menjelaskan bahwa sebelum pandemi COVID-19, berdasarkan global hunger index 2019 indonesia menduduki posisi yang tidak terlalu baik namun juga tak buruk. Dampak pandemi COVID-19 secara makro menyebabkan resesi ekonomi, kehilangan pekerjaan, dan penurunan pendapatan masyarakat. Sehingga Meningkatnya potensi kemiskinan menimbulkan kerentanan ketahanan pangan rumah tangga karena keterbatasan aksesibilitas (ketersediaan dan harga pangan yang terjangkau).

Ada beberapa tantangan ketahanan pangan di masa dan pasca pandemi covid-19, salah satunya adalah kapasitas produksi pertanian, pencegahan klaster covid - 19 di sektor pertanian, stabilitas harga pangan, migrasi perdagangan dari offline ke online, volume perdagangan internasional, dan perbaikan pola konsumsi masyarakat.

Hasil survei online LIPI pada 15 September hingga 5 Oktober 2020 dengan sampel 1489 responden menghasilkan temuan bahwa 35,93% responden dalam kondisi fod insecure, 23,84% dalam kondisi marginal food security, dan yang cukup mengkhawatirkan adalah adanya 12,09% responded dalam kondisi ketahanan pangan yang rendah, biasanya dialami oleh responden dengan pekerjaan yang menghasilkan pendapatan tidak tetap dan rendah. Mereka berusaha bertahan dari tabungan, menjual aset dan berhutang.

Rekomendasi kebijakan yang diberikan adalah melanjutkan program perlindungan sosial sepanjang tahun 20201 dengan target dan sasaran yang lebih akurat serta mekanisme penyaluran yang efisien, meningkatkan kapasitas produksi pangan nasional, optimasi peran Bulog pada penguatan kapasitas logistik komoditas pangan strategis, dan edukasi masyarakat terkait dengan diversifikasi pangan lokal.

M. Soekarni, M.Si menjabarkan tentang isu dan tantangan lingkungan usaha. Dimana, UMKM menjadi pelaku ekonomi paling terdampak selama pandemi Covid-19. Salah satu dampaknya adalah lebih dari 70% UMKM mengalami penurunan penjualan dan keuntungan hingga 50%, mayoritas (58,76%) harga produk/jasa menurun, dan biaya mengalami peningkatan. Sehingga muncul potensi kredit macet, PHK, supply & demand drop, hingga kebangkrutan.

Ada beberapa strategi strategi yang dilakukan dalam menghadapi masalah ini, mulai dari memberi potongan harga, pencari pasar baru, mengurangi tenaga kerja, penundaan pembayaran, keringanan bunga, dan mencari pemasok yang lebih murah.Tantangan yang dihadapi UMKM adalah terbatasnya kapasitas produksi, kesulitasn akses permodalan terhadap perbankan, skill literasi yang rendah, kemampuan adaptasi beradaptasi yang rendah, terbatasnya kapasitas IT untuk digitalisasi, serta minimnya penguatan jejaring bisnis, inovasi dan produksi.

Berbicara mengenai kondisi dan tantangan LPM dalam masa pandemi Covid-19 di Indonesia, hasil survei P2E-LIPI memperlihatkan ada beberapa dampak yang ada, misalnya menurunnya jumlah tabungan, menurunnya pinjaman yang disalurkan, menurunnya net cash flow laba, dan meningkatnya NPL/F. Yang menjadi tantangan adalah 63,9% belum mendapat bantuan , banyaknya UMKM yang terganggu kinerjanya, penarikan tabungan anggota besar besaran, dan kesulitan mencari dana pihak ketiga. 

Hal yang dapat dilakukan oleh UMKM antara lain melanjutkan stimulus ekonom, intervensi dari sisi pemerintah, membangun basis data UMKM yang solid dan terintegrasi antar kementerian, penguatan aliansi strategis BUMN dengan UMKM dan LPM, penguatan ekosistem inovasi dan digital, serta pendampingan yang insentif dan berkelanjutan pada UMKM terutama tentang teknologi.

Dr. Zamroni salim memberikan gambaran tentang Isu dan tantangan perdagangan internasional. Dari segi tantangan dinamika internasional, ada beberapa poin yang perlu diperhatikan. Misalnya terkonsentrasinya tujuan ekspor ke sejumlah mitra dagang utama, proteksionisme global, produk ekspor indonesia masih bertumpu pada bahan mentah berbasis SDA, dan masih rendahnya keterlibatan UKM dalam memanfaatkan FTA.

Kerangka kerjasama regional dan bilateral akan menjadi ajang negara anggota anggota untuk meningkatkan perdagangan dan investasi sesama anggotanya. Perbaikan ekonomi di banyak negara di dunia harus bisa dimanfaatkan Indonesia dengan menyasar tidak hanya negara utama, tetapi juga negara mitra di sejumlah kawasan (Afrika, eropa TImur, Asia Barat, Pasifik)

Salah satu rekomendasi yang diberikan adalah meningkatkan perdagangan dengan memberikan sejumlah insentif fiskal, intervensi kebijakan moneter yang prudent dengan memperhatikan perubahan / perbaikan harga, perluasan pasar ekspor ke negara mitra potensial, dan mengembalikan “Emergency Trade Measures” kembali ke normal MFN/FTA Tariffs.

 

 

 

 

 


Selengkapnya...
Standard Post with Image

Webinar Perdagangan dan Investasi Indonesia di Masa Pandemi Covid-19: Kinerja dan Tantangan Global

Pusat Penelitian Ekonomi LIPI mengadakan workshop online dengan tema “Perdagangan dan Investasi Indonesia di Masa Pandemi Covid-19”. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 15 Desember 2020 pukul 09.00 - 12.00 WIB dengan menggunakan aplikasi Zoom.

Webinar kali ini menghadirkan 5 narasumber untuk mengupas tuntas tantangan dan kendala Indonesia dalam era Covid-19 ini, yakni Dr. Arianto Patunru dari ANU Indonesia Project, Dr. Arif Budimanta Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi, Dr. Yuliot Deputi Bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal - BKPM, Drs. Imam Pambagyo Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional, Kementrian Perdagangan dan Zamroni Salim, PhD Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI.

Menurut Dr Yuliot, Indonesia termasuk salah satu negara dengan restriksi FDI tertinggi di ASEAN. Namun, bagi investor yang akan masuk ke wilayah ASEAN, Indonesia masih dianggap kurang aktraktif dalam berbagai aspek jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya. Ada beberapa tantangan berinvestasi di Indonesia yakni regulasi sectoral, akses pasar, infrastruktur, insentif yang kurang kompetitif dan pekerja yang terampil. Dr. Imam Pambagyo berpendapat bahwa Indonesia semakin menjadi perhatian dunia baik karena kinerja ekonominya yang cukup baik, namun di saat bersamaan tampak ada kekhawatiran bahwa kebijakan yang tidak/belum sesuai dengan komitment di WTO akan ditiru oleh negara lain.

Lain halnya dengan Dr, Arianto Patunru, beliau mengatakan dengan adanya Covid-19 ini, dunia sedang mengalami slowbalisasi, bukan de-globalisasi. Pola perdagangan global sedang mengerucut kepada model GVC (Global Value Chain). Banyak penyesuaian yang harus dilakukan disetiap negara yang bergantung kepada seberapa persistennya guncangan COVID-19. Tantangan ke depan bagi Indonesia adalah akan semakin ketat proteksionisme, ‘trade-induced inequality’ dalam perdagangan global. Implikasi yang bisa diambil oleh Indonesia adalah reformasi perpajakan untuk membiayai sistem perlindungan sosial.

Menurut Zamroni Salim, untuk menghadapi tantangan di era Covid – 19 ini perlu adanya optimasi potensi investasi dan perdagangan serta komponen lainnya dalam dalam menyikapi kontraksi ekonomi nasional dan langkah kebijakan adaptif pada kondisi pandemi COVID-19 dalam jangka endek dan optimasi potensi investasi dan perdagangan dalam jangka panjang.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Dr. Agus Eko Nugroho, Kepala P2E Menjadi Narasumber dalam Webinar Peran Fintech Lending dalam Pengembangan Ekosistem Kewirausahaan/UMKM

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyelenggarakan Seminar Daring dalam AFPI #Talkabout pada 19 November 2020 dengan Narasumber Dr. Agus Eko Nugroho, Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Budi Hanoto Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Pandu Aditya Kristy Wakil Ketua Bidang Humas AFPI CEO Mekar dan Pamitra Wineka Wakil Ketua Klaster Fintech Produktif AFPI Chairman TaniFund.

Seminar Daring ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memaksimalkan manfaat Fintech sebagai pilihan penyaluran stimulus pengembangan ekosistem kewirausahaan / UMKM. 

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Dampak Covid-19 terhadap Ketenagakerjaan, Pangan, dan Lingkungan

Kemenristek/BRIN menyelenggarakan Pameran Virtual interaktif Inovasi Indonesia Expo (IIE) 2020 yang berlangsung tanggal 10-13 November 2020. Sebagai bagian dari rangkaian acara IIE 2020 tersebut, LIPI turut berpartisipasi dalam webinar bertema Dampak Covid-19 terhadap Ketenagakerjaan, Pangan, dan Lingkungan pada hari Selasa, 10 November 2020. 

Webinar kali ini mengundang beberapa narasumber, Purwanto, Ph.D dari Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Rusli Cahyadi, Ph.D DAN Nawawi, Ph.D dari Pusat Penelitian Kependudukan LIPI, dan Turro Selrits Wongkaren, Ph.D dari Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI.

Dalam webinar kali ini, Nawawi, Ph.D. (Pusat Penelitian Kependudukan LIPI) membahas mengenai dampak Covid-19 dalam perspektif ketenagakerjaan baik sektor formal maupun informal.  Purwanto, Ph.D (Pusat Penelitian Ekonomi LIPI) membahas mengenai dampak Covid-19 terhadap ketahanan pangan rumah tangga. Hasil survei secara daring tentang ketahanan pangan rumah tangga menunjukkan bahwa kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan pangan mengalami penurunan selama masa pandemi Covid-19. 

Dari sisi keragaman konsumsi pangan, rumah tangga lebih cenderung mengubah pola konsumsinya dengan memperbanyak konsumsi sayur-sayuran dan rempah-rempah. Turro Selrits Wongkaren, Ph.D. (Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia) mengupas mengenai jangka panjang Covid-19, dimana pandemi Covid-19 akan meninggalkan jejak pada kondisi kependudukan kita, tidak hanya untuk jangka pendek tetapi juga untuk jangka Panjang. 

Dan Rusli Cahyadi, Ph.D. (Pusat Penelitian Kependudukan LIPI) membahas mengenai peran faktor sosio demografi dalam penanganan penyebaran Covid-19. Rusli menyebutkan ada beberapa faktor sosio-demografi yang berperan dalam penyebaran Covid19 bersifat intrinsik dan melekat pada perilaku sehari-hari dalam kontek bekerja maupun kehidupan sosial kemasyarakatan lainnya.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Web Training “Penulisan Artikel Ilmiah Populer di Media Massa

Pusat Penelitian Ekonomi LIPI mengadakan workshop online dengan tema “Penulisan Artikel Ilmiah Populer di Media Massa”. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 3-4 November 2020 pukul 09.00 - 12.00 WIB dengan menggunakan aplikasi Zoom. Narasumber yang akan mengisi kegiatan ini adalah Endy M. Bayuni, yang saat ini menjabat sebagai redaktur senior, sekaligus mantan Pemimpin Redaksi (Pemred) perusahaan media The Jakarta Post. Beliau juga bertugas sebagai Oversight Board atau dewan pengawas konten Facebook dan Instagram.

Narasumber lainnya adalah Yessar Rosendar (Business and Economy Editor (Indonesian edition) of The Conversation). Adapun tujuan dari kegiatan ini yaitu memberikan insight tentang bagaimana cara membuat tulisan seperti Paul Robin Krugman, yang merupakan ekonom internasional ternama pada bidang Ekonomi khususnya pada perdagangan internasional, serta menjadi penulis jurnal profesional tetap pada kolom ekonomi media massa The New York Times.

Paul Krugman telah menelurkan banyak karya yang menjadi bahan rujukan perkuliahan dan buah pikiran yang ia berikan banyak berpengaruh pada kebijakan fiskal di Amerika Serikat. Sehingga, pada tahun 2008 Paul Krugman berhasil mendapatkan Nobel Prize in Economic Science.

Bagi anda yang berminat untuk mengikuti kegiatan ini, silahkan melakukan registrasi di https://s.id/workshop-day1 dan https://s.id/workshop-day2


Selengkapnya...
Standard Post with Image

Dr. Agus Eko Nugroho, Kepala P2E Menjadi Narasumber dalam Webinar LPDB Sebagai Sumber Pembiayaan KUMKM (Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah

Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Dr. Agus Eko Nugroho, menjadi narasumber dalam acara Webinar "LPDB Sebagai Sumber Pembiayaan KUMKM (Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah)", yang diselenggarakan oleh Kementerian Sekretariat Negara RI pada tanggal 22 Oktober 2020.

Dalam penyajiannya, Dr. Agus memaparkan bahwa pandemi Covid-19 telah berimplikasi pada rendahnya keyakinan konsumsi. Penurunan penjualan dari UMKM pun tak luput dari hantaman Covid-19 hingga mengalami penurunan penjualan sebesar 75%, khususnya kelompok ultra mikro dan mikro. Kondisi ini hampir mendominasi di seluruh kelompok skala usaha dan berbagai kelompok cara penjualan. Dengan begitu perlu adanya stimulus dari pemerintah untuk meminimalisir tingkat kerentanan yang tinggi. Untuk ada beberapa rekomendasi yang dipaparkan oleh Dr. Agus, yakni bantuan likuiditas untuk mendukung proses restrukturisasi yang dilakukan  oleh LKM dan LKM perlu melakukan strategi adaptasi dalam hal digitalisasi dan perbaikan infrastruktur IT. 

Selain Dr. Agus Eko Nugroho, acara ini juga diisi oleh Bapak Supomo, Dirut LPDB KUMKM dan Slamet Riyadi, Direktur Koperasi Mitra Dhuafa (KOMIDA). Searah dengan Bapak Agus, Bapak Supomo pun memaparkan perlu adanya perluasan penyaluran dana bergulir. Rekomendasi dari keduanya diharapkan dapat mengatasi kendala yang dihadapi oleh LKM seperti yang sudah dipaparkan oleh Bapak Slamet Riyadi.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Peneliti P2E LIPI, Pihri Buhaerah menjadi narasumber dalam Webinar “Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19 & Peningkatan Kemudahan Berusaha Indonesia”

Sebagai rangkaian dari peringatan Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) kementerian keuangan tahun 2020 , Badan Kebijakan Fiskal mengundang para peneliti,analis,dan akademis untuk menyumbangkan pemikiran mereka dalam bentuk paper kebijakan yang mengangkat tema “Strategi Pemulihan Ekonomi Pasca Covid-19 & Peningkatan Kemudahan Berusaha Indonesia”. Kemudian, Badan Kebijakan Fiskal mengadakan webinar yang menampilkan paparan dan diskusi dengan 6 paper terbaik dari 160 paper yang ada. Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2E LIPI), Pihri Buhaerah, menjadi salah satu pemenang sekaligus narasumber dalam webinar tersebut dengan paper yang berjudul "Transformasi Hijau dan Implikasinya terhadap Daya Saing Berkelanjutan". Dalam kesempatan tersebut, Pihri Buhaerah mengungkapkan bahwa produk produk industri manufaktur yang diekspor saat ini semakin banyak menghadapi hambatan non tarif ketimbang tarif. Hambatan tersebut dapat berupa standar regulasi lingkungan yang semakin ketat, seperti yang terjadi pada pasar Amerika Serikat dan Uni Eropa. Maka dari itu, ia menekankan perlunya transformasi hijau pada sektor industri manufaktur Indonesia. Karena, baik dari hasil analisis pangsa pasar konstan maupun analisis rantai pasok global, keduanya menunjukkan daya saing dan tren industri manufaktur kotor yang sedang menurun. Sebaliknya, industri manufaktur bersih mengalami tren peningkatan dari sisi partisipasi di pasar global, seiring dengan semakin banyaknya negara yang menerapkan regulasi lingkungan dan memberlakukan standarisasi produk yang lebih ramah lingkungan. Sehingga, daya saing transformasi hijau di pasar global lebih tinggi dibandingkan dengan industri yang belum melakukan transformasi hijau. Untungnya, di Indonesia masih ada peluang yang besar bagi industri manufaktur bersih. Pasalnya, selisih antara industri manufaktur kotor dan bersih tidak terlalu signifikan yaitu hanya berkisar 3 - 4 persen. Tentunya, untuk mendukung industri manufaktur bersih perlu adanya dukungan baik itu peraturan kebijakan maupun regulasi yang mendorong dan mendukung kemajuan industri manufaktur bersih. Dengan adanya standar lingkungan yang memenuhi standar global, kita bisa melakukan transformasi hijau. Sehingga, industri manufaktur Indonesia dapat memperluas akses pasarnya, terutama ke negara negara maju yang memiliki regulasi lingkungan yang ketat seperti Amerika, Kanada, dan Uni Eropa.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Webinar “Potret Lembaga Pembiayaan Mikro di Masa Pandemi COVID-19: Mitigasi dan Adaptasi

Pusat Penelitian Ekonomi LIPI melakukan kolaborasi kerja sama dengan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) dan Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askopindo). Penelitian tersebut menyajikan potret lembaga keuangan yakni pemberian kredit modal kerja untuk pelaku bisnis UMK.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemasyarakatan LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti, mengatakan, beberapa keunggulan usaha mikro dan kecil sudah teruji saat menghadapi krisis ekonomi. Menyikapi hal ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI telah mengeluarkan kebijakan stimulus fiskal. “Kebijakan makro ekonomi berupa pemberian insentif di sektor fiskal ini diterapkan pemerintah pada saat menghadapi krisis ekonomi”, tegasnya.

Nuke menyebutkan, stimulus fiskal, antara lain relaksasi atau restrukturisasi kredit UMK di Bank, Bank Perkreditan Rakyat, dan perusahaan pembiayaan dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi. “Kebijakan tersebut memberikan angin segar pada sektor perbankan dan lembaga keuangan lainnya yang secara legal formal memenuhi kriteria untuk menyalurkan insentif tersebut,” imbuhnya. “Sementara itu, masih banyak sektor keuangan non-bank lainnya yang secara praktis turut andil dalam memacu pertumbuhan ekonomi melalui jasa kredit mikro namun tidak menjadi bagian dalam implementasi kebijakan tersebut,” tambahnya.

“Seiring dengan kebutuhan pembiayaan yang dihadapi oleh pelaku UMK yang semakin berat, inisiatif LIPI melalui Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) telah melakukan kajian cepat (rapid assessment) terhadap LPM, khususnya yang bersentuhan langsung dengan penyaluran kredit mikro bagi UMK,” terang Nuke. Tujuannya, Ia menyebutkan, mengkaji dampak pandemi terhadap kinerja LPM serta menganalisis kebijakan, strategi mitigasi dan adaptasi LPM. Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Tuti Ermawati, menerangkan bahwa LPM adalah lembaga yang menyalurkan kredit/pembiayaan kepada usaha mikro dan kecil, diantaranya: BPR/BPRS, koperasi simpan pinjam/ LKM/LKMS/BMT, PNM Mekaar, Pegadaian. “Pelaksanaan rapid assessment melalui survey online dan FGD, telah dilaksanakan pada 1 Agustus - 10 September 2020, kepada 698 responden dan yang memenuhi syarat untuk dianalisis ada 277 responden,” paparnya.

Tuti menyimpulkan, dari hasil rapid assessment menunjukan bahwa secara umum COVID-19 memengaruhi LPM, khususnya kinerja keuangan. “Secara spesifik terjadi penurunan jumlah simpanan dan nasabah yang menabung, jumlah pinjaman yang disalurkan dan nasabah yang meminjam, Noan Performing Loan (NPL) naik, net cash flow dan laba bersih turun; serta jumlah SDM tetap,” ungkap Tuti.


Selengkapnya...
Standard Post with Image

Mengubah Pola Konsumsi, Perkuat Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Masa Pandemi

Jakarta, Humas LIPI - Dampak pandemi terhadap ketahanan pangan rumah tangga sedikit banyak telah mengubah pola konsumsi dari pilihan belanja, mengolah dan mengkonsumsi produk pangan. Perhatian khusus perlu diberikan bagi kelompok rumah tangga yang rentan terhadap masalah krisis pangan hingga ancaman kelaparan.  

 

Ketahanan pangan rumah tangga di masa pandemi COVID-19 ini menjadi perhatian khusus,  karena terkait dengan bagaimana rumah tangga dapat bertahan untuk keberlangsungan hidupnya. ”Adanya perubahan pola konsumsi menjadi peluang bagi peningkatan diversifikasi pangan lokal melalui penyebaran informasi produk-produk pangan sehat dan bergizi”, ungkap Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Purwanto, dalam acara Webinar Series #1 Jamur Pangan Sumber Protein Nabati di Masa Pandemi COVID-19, pada Rabu (7/10).

 

Purwanto mengatakan, penguatan pangan lokal melalui diversifikasi produksi dan konsumsi akan menjaga ketahanan pangan nasional dari guncangan pasokan pangan dunia.”Semakin banyaknya rumah tangga yang melakukan aktivitas pengolahan makanan dari rumah dapat menjadi awal bagi gerakan urban/instant/family farming”, jelas Purwanto. Dirinya mencontohkan, gerakan ini dilakukan dengan cara pemanfaatan pekarangan atau halaman rumah sebagai media tanam mini untuk beberapa jenis tanaman usia pendek seperti: sayur-mayur, cabe, tomat, dan lainnya. “Meskipun secara umum tidak banyak yang bercocok tanam di pekarangan rumah tetapi ada peningkatan aktivitas di masa pandemi”, tambahnya.


Selama masa pandemi, Purwanto menyebutkan terjadi perubahan aktivitas konsumsi pangan. Hal ini diketahui dari survei daring yang dilakukan oleh Pusat Penelitian Ekonomi LIPI pada 15 September hingga 5 Oktober 2020. ”Data awal kondisi ketahanan pangan rumah tangga dari hasil survei masih merupakan preliminary expose, datanya belum diolah secara utuh dan masih dalam proses analisis lebih lanjut”, paparnya. Purwanto mempertegas, kalau hasil survei daring ini sedang dalam proses analisis lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif, dalam menjelaskan kondisi ketahanan pangan rumah tangga di masa pandemi dan diperkirakan akan selesai pada akhir  Oktober ini.

 

“Hasil survei menjelaskan rumah tangga cenderung mengurangi frekuensi belanja ke pasar atau warung atau rumah makan. Disisi lain diketahui ada peningkatan aktivitas belanja online untuk produk pangan dan non pangan”, sebut Purwanto. Temuan survei lainnya diketahui bahwa, rumah tangga menjadi lebih sering dalam mengolah makanan sendiri dari bahan pangan mentah maupun setengah jadi. “Hal ini kemungkinan terjadi karena beberapa pertimbangan misalnya penghematan belanja, keamanan pangan, dan juga keluangan waktu terutama pada rumah tangga yang anggota keluarganya menjalankan Work From Home (WFH)”, tambahnya.

 

Dijelaskan pula, terkait dengan pola mengubah konsumsi pangan karbohidrat atau alternatif non-beras. Purwanto menerangkan bahwa kemampuan responden memilih setidaknya ada tiga jenis pangan alternatif non-beras yaitu, gandum dan produk olahannya, umbi-umbian, dan jagung. “Gandum dan produk olahannya masih menjadi pilihan sebagian besar responden yang mungkin saja dipengaruhi oleh citarasa dan ketersediaannya beserta kemudahan dalam pengolahan bahan dari gandum tersebut”, terangnya.

 

Purwanto menegaskan dari dampak COVID-19 secara makro, menyebabkan resesi ekonomi dan penurunan pendapatan masyarakat. Selain itu juga menyebabkan terganggunya rantai pasok pangan yang mengancam ketahanan pangan. “Sehingga program bantuan pangan dalam berbagai bentuk dan sasaran kelompok masyarakat harus tetap dijalankan, selama kondisi perekonomian belum mencapai kondisi yang lebih baik dalam menyediakan lapangan pekerjaan dan membuka peluang bagi peningkatan pendapatan masyarakat”, tutup Purwanto. (dsa /ed:mtr) 


Selengkapnya...
Standard Post with Image

Peneliti P2E LIPI, Dr. Maxensius Tri Sambodo, manjadi narasumber acara Webinar dan Bedah Buku “Mewujudkan Indonesia 4.0: Kumpulan Pemikiran Pelajar Indonesia di Australia”.

Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Dr. Maxensius Tri Sambodo, menjadi narasumber dalam acara Seri Grand Launching, Webinar dan Bedah Buku “Mewujudkan Indonesia 4.0: Kumpulan Pemikiran Pelajar Indonesia di Australia”.

Acara ini diselenggarakan oleh Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPIA) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Canberra, Sobat Cyber Indonesia (SCI), Asosiasi Fakultas Ekonomi & Bisnis Indonesia, serta Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Buku yang berjudul “Mewujudkan Indonesia 4.0 – Kumpulan Pemikiran Pelajar Indonesia di Australia” ini merupakan suatu usaha dari pelajar Indonesia yang terhimpun dalam PPIA untuk berkontribusi dalam mempersiapkan Indonesia dalam menyambut revolusi Industri 4.0. Buku ini berisi bunga rampai pemikiran pelajar Indonesia di Australia.

Dalam penyajiannya, buku ini mencakup tujuh sub-tema yaitu: (1) Ekonomi, Industri dan Investasi; (2) Teknologi dan Inovasi; (3) Sumber Daya Manusia dan Sosial; (4) Hukum, Institusi, dan Kebijakan; (5) Aspek Keberlanjutan dan Energi; (6) Infrastruktur; dan (7) Kesehatan. Penulisan buku ini berada di bawah koordinasi PPIA dengan melibatkan 34 kontributor tulisan.

Grand Launching

Acara sudah dilaksanakan dan rekaman dapat dilihat di https://youtu.be/wxxGKLruoUM

Webinar Series
1. Ekonomi, industri, dan investasi (Kamis, 10 September 2020 ∙ 13.00-15.00 WIB/16.00-18.00 AEST)
2. Teknologi dan inovasi (Senin, 14 September 2020 ∙ 13.00-15.00 WIB/16.00-18.00 AEST)
3. Sumber daya manusia dan sosial (Kamis, 17 September 2020 ∙ 16.00-17.30 WIB/19.00-20.30 AEST)
4. Hukum, institusi, dan kebijakan (Senin, 21 September 2020 ∙ 13.00-15.00 WIB/16.00-18.00 AEST)
5. Aspek keberlanjutan dan energi (Kamis, 24 September 2020 ∙ 16.00-18.00 WIB/19.00-21.00 AEST)
6. Infrastruktur (Senin, 28 September 2020 ∙ 13.00-15.00 WIB/16.00-18.00 AEST)
7. Kesehatan (Kamis, 1 Oktober 2020 ∙ 13.00-15.00 WIB/16.00-18.00 AEST)

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Pelatihan online "Strategi Menembus Publikasi Internasional: Perspektif Penulis dan Editor" untuk bidang ilmu ekonomi, bisnis, dan manajemen

Pusat Penelitian Ekonomi LIPI mengundang Bapak/Ibu untuk dapat berpartispasi dalam kegiatan pelatihan online "Strategi Menembus Publikasi Internasional: Perspektif Penulis dan Editor" untuk bidang ilmu ekonomi, bisnis, dan manajemen. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada 28-29 September 2020 dengan menggunakan aplikasi Zoom (link Zoom akan diinformasikan melalui email). Adapun narasumber dalam pelatihan ini meliputi: Senin, 28 September 2020 1. Dr. Arianto A. Patunru (Akademisi Australian National University dan Co-editor Bulletin of Indonesian Economic Studies (BIES) - Q1 2. Prof. Imam Ghozali, PhD (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Diponegoro) 3. Prof. Dr. Carunia Mulya Firdausy (Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI dan Dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Tarumanegara) Selasa, 29 September 2020 1. Dr. Sumiyana(Associate Editor in-Chief Gadjah Mada International Journal of Business (GamaIJB)) - Q3 2. Johan Jang, M.Pd. (Customer Consultant Elsevier Asia Pacific (APAC) Untuk registrasi, Bapak/Ibu dapat mengklik pada tautan berikut: https://bit.ly/2FK2z87

Selengkapnya...
Survei online

Survei online "Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga",

Pusat Penelitian Ekonomi LIPI mengundang Bapak/Ibu/rekan untuk berpartisipasi pada survei online "Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga", dengan cara klik Link berikut: https://s.id/surveipanganlipi Kami menyadari pandemi ini menjadi ujian yang cukup berat bagi masyarakat Indonesia. Survei ini bagian dari konsorsium riset yang dibentuk oleh Kemenristek/BRIN bersama dengan Kedeputian IPSK LIPI, dan hasilnya disampaikan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Pandemi COVID-19. Untuk itu, kami berharap partisipasi Bapak/Ibu/rekan untuk mengisi survei ini. Salam hormat, Tim Peneliti.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Pusat Penelitian Ekonomi Menerima Penghargaan ICSB Award 2020

Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI memperoleh prestasi gemilang seiring dengan hasil Survei Kinerja Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di masa pandemi COVID-19. Kali ini, Kepala Pusat Penelitian Ekonomi, Agus Eko Nugroho, mewakili P2E LIPI hadir dan menerima penghargaan ICSB Indonesia Presidential Award 2020 kategori pilar penelitian, yang diselenggarakan secara virtual, pada Sabtu (19/9) di Jakarta.

Penghargaan ICSB Indonesia Presidential Award 2020 diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap institusi yang memiliki kontribusi besar terhadap pengembangan usaha kecil dan menengah di wilayah DKI Jakarta, baik sebelum maupun di saat pandemi COVID-19. Penghargaan ini diberikan kepada empat pilar, yaitu: Pemerintah, Pelaku Bisnis, Peneliti, dan  Pembina yang terpanggil untuk memperkuat kapabilitas kewirausahaan pengusaha kecil dan menengah di Indonesia. “Selamat kepada semua pihak yang memperoleh penghargaan ICSB Presidential Award 2020, semoga penghargaan ini bisa menjadi penyemangat untuk terus berjuang demi UKM Indonesia. Karena Menyerah bukan Pilihan”, tutur Presiden ICSB Indonesia, Jacky Mussry.

Mussry menyebutkan, pandemi COVID-19 memberikan dampak yang signifikan kepada masyarakat Indonesia, khususnya para pelaku UMKM, untuk itu berbagai pihak telah berusaha memberikan kontribusi nyata dalam rangka mendukung para pelaku UMKM agar dapat bertahan di tengah situasi yang penuh tantangan ini. “Penghargaan diberikan kepada Instansi yang mendukung perkembangan UMKM di DKI Jakarta selama satu tahun terakhir”, paparnya.

P2E LIPI telah berkontribusi melakukan Kaji Cepat Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Kinerja UMKM Indonesia, yang surveynya dilaksanakan secara daring pada tanggal 1-20 Mei 2020, dan melibatkan 679 responden pelaku usaha di 24 provinsi. Untuk mengetahui lebih dalam hasil survei, dapat dibaca pada link berikut ini  http://lipi.go.id/berita/survei-kinerja-umkm-di-masa-pandemi-covid19/22071

Sebagai tambahan informasi, acara penghargaan International Council for Small Business (ICSB) Indonesia merupakan bagian dari rangkaian acara "The 8th Jakarta Marketing Week: Seize The Normal Momentum - New, Next, Post" yang diselenggarakan dari 16 - 20 September 2020 secara virtual. ICSB yang berdiri sejak 2015 adalah organisasi non-profit dengan jaringan global di 85 negara yang fokus pada pemberdayaan UMKM serta penyebaran semangat kewirausahaan.

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Dr. Agus Eko Nugroho, Kepala P2E - LIPI menjadi narasumber dalam acara Webinar Nasional "Lembaga Penjamin Simpanan sebagai Solusi Multi Dimensi Kebangkitan Koperasi Indonesia”

Dr. Agus Eko Nugroho, Kepala Pusat Penelitian Ekonomi - LIPI akan menjadi narasumber dalam acara Webinar “Lembaga Penjamin Simpanan sebagai Solusi Multi Dimensi Kebangkitan Koperasi Indonesia: Akankah Mimpi Itu Segera Menjadi Nyata?” pada 16 September 2020. Untuk pendaftaran, silahkan klik pada link berikut: http://bit.ly/Daftar-VIUNOMICS3

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Warekada Series

Persatuan Mahasiswa Indonesia di Amerika Serikat (PERMIAS) akan menyelenggarakan seminar daring membahas sejarah, proyeksi masa depan, dan sektor-sektor ekonomi di Indonesia. Tujuannya adalah untuk menyediakan pemahaman menyeluruh bagi mahasiswa Indonesia mengenai kondisi ekonomi negara dengan mengundang akademisi dan ahli profesional di bidangnya.

 

Di bawah ini terlampir deskripsi singkat dan ikhtisar acara PERMIAS Nasional Warekada Series:

Tanggal: 18-20 September 2020

Waktu: 21.00 EDT / 8.00 WIB (waktu mulai setiap hari)

Lokasi: Online (Youtube Live streaming)

Durasi: 2.5 jam per hari

Target peserta: 300 orang

Pra registrasi: https://www.eventbrite.com/e/warekada-series-the-economic-path-of-anation-tickets-119026582713

 

JADWAL SEMINAR:

1. Hari pertama: The Past – Orde Lama & Orde Baru

a. Orde Lama – Speaker: Thomas Lindblad (TBC)

b. Energy and Mineral Industries – Speaker: Kuntoro Mangkusubroto (TBC)

c. Orde Baru – Speaker: Siddarth Chandra (Confirmed) d. Human Development [Education/Healthcare] – Speaker: Armida Alisjahbana (TBC)

2. Hari kedua: The Present – Reformasi

a. Reformasi – Speaker: Chatib Basri (TBC)

b. Monetary Economics – Speaker: Destri Damayanti (Confirmed)

c. International Economics – Speaker: Mahendra Siregar (TBC) d. Rural Economic Development – Speaker: Iwan Aziz (Confirmed)

3. Hari ketiga: The Future

a. Future Projections – Speaker: Frederico Sanders (TBC)

b. Financial Services – Speaker: Haryanto Budiman (Confirmed)

c. Technology & Industry 4.0 – Speaker: Crystal Widjaja (TBC) d. Environmental Economics – Speaker: Budy Resosudarmo (Confirmed)

 

Trailer Youtube: https://youtu.be/tNHMgsAzi5A

 

Selengkapnya...
Standard Post with Image

Empat peneliti dari P2E LIPI mempresentasikan makalah dalam Specialty Conference yang diselenggarakan oleh ADB

Empat peneliti dari P2E LIPI, yaitu Nika Pranata, Nur Firdaus, Erla Mychelisda, dan Achsanah Hidayatina akan mempresentasikan makalah mereka yang berjudul “Crowdfunding for Infrastructure Project Financing: Lessons Learned for Asian Countries” dalam sebuah konferensi khusus “Fintech to Enable Development, Investment, Financial Inclusion and Sustainability” yang diselenggarakan oleh ADB, Institute of Global Finance, ABFER, NUS Business School, dan ADB Institute pada 24 September 2020.

Untuk detailnya (termasuk info registrasi), silahkan klik pada link berikut: http://abfer.org/events/abfer-events/specialty-conference/specialty-conference/182:sc2020

Selengkapnya...