Peran dan Tantangan Teknologi Finansial dalam Mendorong Perkembangan UMKM di Indonesia

Media Briefing Peran dan Tantangan Teknologi Finansial dalam Mendorong Perkembangan UMKM di Indonesia
2 November 2018 ICE BSD. Presenter Nika Pranata dan Moderator Dr. Agus Eko Nugroho,

Saat ini dunia, termasuk, Indonesia telah memasuki era industri 4.0 dimana banyak digunakan optimasi teknologi – teknologi terkini seperti kecerdasan buatan (artificial intillegence), big data, dan Internet of Things (Wahlster 2012). Dalam era ini, inovasi berperan penting dalam pencipataan barang dan jasa dimana sebuah produk/jasa tidak lagi hanya dilihat dari kualitasnya saja, tetapi juga dari aspek kenyamanan penggunaan, waktu pemrosesan, dan efisiensi.
Inovasi yang masif juga terjadi di sektor keuangan, dimana inovasi terkini di bidang keuangan dikenal dengan istilah Teknologi Finansial (TekFin) atau Financial Technology (FinTech). Terdapat beberapa jenis layanan TekFin yang beroperasi di Indonesia, namun yang paling luas pangsa pasarnya adalah TekFin sistem pembayaran digital seperti Go-Pay, T-Cash, OVO, dan lainnya, dan TekFin peer to peer lending (P2PL) atau pinjaman berbasis teknologi digital seperti Modalku, Investree, Mekar, Tunai Kita, dan lainnya. Dengan fleksibilitasnya, layanan TekFin P2PL mampu mengisi gap kebutuhan pembiayaan yang tidak bisa dipenuhi oleh lembaga keuangan lainnya seperti perbankan.
Dengan menggunakan big data dan algoritma yang sesuai, TekFin ini mampu memitigasi risiko pinjaman sehingga bisa memberikan pinjaman tanpa menggunakan agunan dan dengan waktu pencairan yang cepat. Sedangkan TekFin Sistem Pembayaran Digital menawarkan banyak manfaat yang lebih jika dibandingkan dengan pembayaran konvensional seperti waktu pembayaran yang cepat, efisiensi, akurasi, transparansi, dan beberapa kemudahan lainnya. Namun demikian, dalam tataran implementasi di lapangan TekFin baik Sistem Pembayaran Digital maupun P2PL masih mengalami kendala dan hambatan yang tidak hanya berasal dari sisi supply (penyelenggara TekFin) melainkan dari sisi penggunanya dalam hal ini UMKM.
Oleh karena itu, diskusi publik ini memaparkan hasil penelitian P2 Ekonomi LIPI terkait aksesibilitas, jangkauan, dampak, dan tantangan layanan TekFin bagi UMKM. Lebih lanjut, penelitian di lakukan di dua lokasi yaitu NTB dan Bali.

 Fintech

 ARF

Komentar

*
*
*