Prof. Syarif Hidayat: Tantangan Tata Kelola dalam Industri 4.0

Prof. Syarif Hidayat profesor riset LIPI dan sekaligus Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik  Universitas Nasional (FISIP Unas) berdiskusi dengan beberapa  narasumber dari berbagai negara seperti Claudio Cozzolino dari Master of Arts dalam Bahasa dan Peradaban Asia – Asia Timur, Dr. Zaini Othman dari Universiti Malaysia Sabah, Alexander Meekin, Second Secretary for Political Affairs Kedutaan Australia, Ms. Park Jin-Young, Second Secretary for Political Affairs Kedutaan Korea, Dr. Inosentius Samsul, S. H., M.Hum dari Badan Keahlian DPR RI, Ir. Indra Iskandar, M.Si Sekertariat Jendral DPR RI,  Agung Nugraha, S.IP., M.Si The Cyber Body and National Encryption Agency/BSSN Republik Indonesia dalam International Conference on Social Politics dengan tema “Cyber Security in the Technological Era 4.0”  di aula blok 1, lantai 4 Unas, Jakarta, Kamis (17/10).

Menurut Syarif ada beberapa aspek tantangan di dalam industri 4.0, salah satunya adalah tata kelola. "Di antara aspek kompleksitas penting dari Industri 4.0 di luar teknologi adalah tantangannya untuk tata kelola, namun juga keberhasilan ini tergantung pada kemampuan pemerintah dan warga negara untuk berkomitmen dalam mendukung transformasi masyarakat menjadi masyarakat modern dan cerdas yang digerakkan oleh teknologi canggih", pungkas Syarif.

Syarif berpendapat, di antara bias konseptual yang dimaksud adalah bahwa arena pemerintahan yang baik telah lebih ditekankan di negara, sedangkan arena masyarakat tidak mendapat perhatian seimbang. Hal ini terjadi karena diyakini oleh lembaga internasional, khususnya Bank Dunia, bahwa buruknya kinerja negara (pemerintah) dalam menyediakan layanan publik adalah faktor utama yang menyebabkan kegagalan sebagian besar negara berkembang dalam memanfaatkan bantuan asing untuk pembangunan ekonomi.

Sumber Foto: Humas Universitas Nasional

 Tata Kelola

 

Komentar

*
*
*