Webinar “Potret Lembaga Pembiayaan Mikro di Masa Pandemi COVID-19: Mitigasi dan Adaptasi

Pusat Penelitian Ekonomi LIPI melakukan kolaborasi kerja sama dengan Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) dan Asosiasi Koperasi Simpan Pinjam Indonesia (Askopindo). Penelitian tersebut menyajikan potret lembaga keuangan yakni pemberian kredit modal kerja untuk pelaku bisnis UMK.

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemasyarakatan LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti, mengatakan, beberapa keunggulan usaha mikro dan kecil sudah teruji saat menghadapi krisis ekonomi. Menyikapi hal ini, pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI telah mengeluarkan kebijakan stimulus fiskal. “Kebijakan makro ekonomi berupa pemberian insentif di sektor fiskal ini diterapkan pemerintah pada saat menghadapi krisis ekonomi”, tegasnya.

Nuke menyebutkan, stimulus fiskal, antara lain relaksasi atau restrukturisasi kredit UMK di Bank, Bank Perkreditan Rakyat, dan perusahaan pembiayaan dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi. “Kebijakan tersebut memberikan angin segar pada sektor perbankan dan lembaga keuangan lainnya yang secara legal formal memenuhi kriteria untuk menyalurkan insentif tersebut,” imbuhnya. “Sementara itu, masih banyak sektor keuangan non-bank lainnya yang secara praktis turut andil dalam memacu pertumbuhan ekonomi melalui jasa kredit mikro namun tidak menjadi bagian dalam implementasi kebijakan tersebut,” tambahnya.

“Seiring dengan kebutuhan pembiayaan yang dihadapi oleh pelaku UMK yang semakin berat, inisiatif LIPI melalui Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) telah melakukan kajian cepat (rapid assessment) terhadap LPM, khususnya yang bersentuhan langsung dengan penyaluran kredit mikro bagi UMK,” terang Nuke. Tujuannya, Ia menyebutkan, mengkaji dampak pandemi terhadap kinerja LPM serta menganalisis kebijakan, strategi mitigasi dan adaptasi LPM. Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Tuti Ermawati, menerangkan bahwa LPM adalah lembaga yang menyalurkan kredit/pembiayaan kepada usaha mikro dan kecil, diantaranya: BPR/BPRS, koperasi simpan pinjam/ LKM/LKMS/BMT, PNM Mekaar, Pegadaian. “Pelaksanaan rapid assessment melalui survey online dan FGD, telah dilaksanakan pada 1 Agustus - 10 September 2020, kepada 698 responden dan yang memenuhi syarat untuk dianalisis ada 277 responden,” paparnya.

Tuti menyimpulkan, dari hasil rapid assessment menunjukan bahwa secara umum COVID-19 memengaruhi LPM, khususnya kinerja keuangan. “Secara spesifik terjadi penurunan jumlah simpanan dan nasabah yang menabung, jumlah pinjaman yang disalurkan dan nasabah yang meminjam, Noan Performing Loan (NPL) naik, net cash flow dan laba bersih turun; serta jumlah SDM tetap,” ungkap Tuti.


 Pembiayaan Mikro di Masa Pandemi COVID-19

 

Komentar

*
*
*