Tata Kelola Dana Perwalian Perfilman dan Implementasi Insentif Pajak Film yang Berdaya Saing dan Inklusif
Tema: Film


  • 2019
  • Yogyakarta, Bandung, Makassar, Jakarta, Purbalingga, Tegal, Bali, Ternate
  • Ekonomi Kreatif
  • Achsanah Hidayatina S.E., M.Sc., Dr. Maxensius Tri Sambodo, Drs. Mahmud Thoha M.A., APU., Erla Mychelisda S.E., M.Bkg&Fin., Ikval Suardi, M.M, Ir. Ernany Dwi Astuty M.Si., Kanetasya Sabilla S.E., M.Sc., M. Soekarni S.E, M.Si., Nika Pranata S.T.,M.E., MPP, Nur Firdaus S.I.A., M.Bkg&Fin., Pihri Buhaerah, S.E., MIDECn

Abstrak:

Film merupakan salah satu sub-sektor industri kreatif yang diharapkan akan semakin besar kontribusinya terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja. Oleh karena itu, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya perlu memberikan dukungan kebijakan bagi penguatan ekosistem perfilman di Indonesia. Salah satu tantangan yang mendesak untuk segera diatasi yaitu dukungan bagi pembiayaan film non-komersial.

Berdasarkan hasil penelitian Puslit Ekonomi - LIPI dan Bekraf tahun 2018, sebagian kendala dan tantangan  dalam pengembangan industri perfilman tersebut dapat diatasi dengan memberikan insentif fiskal serta memberikan pendanaan alternatif film yang lebih berkelanjutan, seperti dalam bentuk dana perwalian (trust fund).  Penelitian di tahun 2019 ini akan memberikan masukan terkait berapa besaran insentif fiskal yang sesuai serta mekanisme pembentukan dana perwalian yang ideal untuk membantu pengembangan industri film yang sehat dan berdaya saing.

Share: