Pengembangan Model Asuransi dan Jaminan Sosial Nelayan Dalam Upaya Memperkuat Ketahanan Ekonomi Masyarakat Pesisir
Tema: Asuransi dan Jaminan Sosial Nelayan


  • 2015
  • Indramayu dan Jakarta
  • Pesisir
  • Achsanah Hidayatina S.E., M.Sc., Yeni Saptia S.E., M.Si.n

Abstrak:

Diantara kategori pekerjaan terkait dengan kemiskinan, nelayan sering disebut sebagai masyarakat termiskin dari kelompok masyarakat lainnya (the poorest of the poor). Sebagian besar (63,47 persen) penduduk miskin di Indonesia berada di daerah pesisir dan pedesaan (BPS, 2008).

Isu mengenai jaminan sosial terhadap nelayan ini merupakan salah satu isu penting pembangunan dewasa ini dimana potensi dampak perubahan iklim dan berbagai risiko bencana tidak bisa dilepaskan dari pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Dewasa ini dampak perubahan iklim terhadapnelayan telah dirasakan sangat signifikan. Hal ini tercermin dari melautnya kian tidak bisa diprediksi mengingat iklim yang semakin tak pasti. Dampak perubahan iklim akan dirasakan sangat parah terutama bagi nelayan miskin yang umumnya jugamerupakan net consumer komoditas pertanian dan perikanan.

Untuk itu, kajian pengembangan model asuransi dan sosial nelayan di pesisir menjadi sangat penting dan strategis untuk dilakukan mengingat sebagian besar rakyat Indonesia masih menggantungkan hidupnya kepada sektor perikanan yang sensitif terhadap iklim. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikankontribusi nyata bagi pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan terkait dalam hal adaptasi dan mitigasi ekonomi guna mengurangi dampak perubahan iklim terhadap nelayan dengan mengembangkan model jaminan sosial bagi mereka.

Share: