Desain Pengembangan Ekonomi Perdesaan yang Berkelanjutan dan Inklusif
Tema: Pengembangan Sosial Ekonomi Inklusif dan Pembangunan Maritim


  • 2020
  • Jawa Barat, Bali, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta
  • Pembangunan Daerah
  • Achsanah Hidayatina S.E., M.Sc., Alan Ray Farandy, S.E., Atika Zahra Rahmayanti S.E., Budi Kristianto S.E., Chitra Indah Yuliana S.E, M.Dev. Econ, Dhani Agung Darmawan M.S.E., Dr. Maxensius Tri Sambodo, Drs. Mochamad Nadjib, Felix Wisnu Handoyo S.E., M.Sc., Ir. Ernany Dwi Astuty M.Si., Joko Suryanto, S.E, M.Si, Nur Firdaus S.I.A., M.Bkg&Fin., Prof. Dr. Syarif Hidayat, Prof. Drs. Hari Susanto M.A., Purwanto S.E, M.Econ.St, Ph.Dn

Abstrak:

Pemerintah memiliki agenda untuk terus menurunkan jumlah desa tertinggal. Dalam RPJMN 2020 – 2024, pemerintah berencana untuk membentuk 7.000 desa baru dalam kategori desa berkembang, dan 3.000 desa untuk kategori desa maju. Implementasi program pemerintah dalam mendukung pengembangan ekonomi perdesaan masih jauh dari harapan karena beberapa faktor, seperti rendahnya kualitas sumber daya manusia (SDM), minimnya sinergitas multi-stakeholder, program pengembangan ekonomi perdesaan sering kali tidak sesuai dengan jejaring produksi dan kelembagaan lokal, permasalahan konflik kepentingan (politik desa) sering menambah kompleksitas permasalahan pengembangan ekonomi perdesaan, dan pembangunan ekonomi perdesaan sering kali juga tidak ramah lingkungan. Studi ini bertolak dari upaya untuk menggali lebih dalam akan desain pengembangan ekonomi perdesaan yang komprehesif berbasis pada SDA dan kelembagaan lokal, serta sinergitas multi-stakeholder. Oleh karena itu, fokus studi ini akan mengkaji secara mendalam pengelolaan SDA lokal dalam menemukan kondisi keseimbangan yang pareto optimal pada tataran kelembagaan lokal dan multi-stakeholder. Maknanya, tercapainya kondisi keadilan pengelolaan SDA di perdesaan yang mencakup tiga dimensi, yaitu: distribusi, pengakuan, dan prosedur . Demikian juga elemen penting dari keadilan SDA, yaitu ketersediaan (availability), akses (accessibility), dan keberlanjutan (sustainability).   

Share: