Penguatan daya saing dan inklusivitas institusi keuangan dalam mendorong pengembangan UMKM
Tema: daya saing


  • 2016
  • Jawa Barat dan Jawa Timur
  • Keuangan dan Perbankan
  • Erla Mychelisda S.E., Jiwa Sarana S.E., M.M., M. Soekarni S.E, M.Si., Nur Firdaus S.I.A., Nurlia Listiani S.E.M.E.c., Raden Roro Retno Rizki Dini Yuliana S.E., Tuti Ermawati M.S.E., Yeni Saptia S.E., M.Si., Dr. Yani Mulyaningsih S.E., M.Si., Nika Pranata S.T.,M.E., MPPn

Abstrak:

Lembaga keuangan memiliki peranan yang sangat penting dalam membantu akses permodalan bagi UMKM, namun keberadaannya belum dapat diakses secara inklusif bagi para pelaku UMKM. Bahkan beberapa lembaga keuangan melalui bisnis mikronya nampak belum menunjukkan kinerja yang maksimal dalam mengembangkan UMKM. Sementara dari sisi UMKM, tingginya resiko usaha yang dihadapi serta ketiadaan kolateral menjadi persoalan bagi perbankan dalam menilai UMKM. Kecenderungan adanya gap antara demand dan supply tersebut tentu saja tidak hanya dapat menghambat laju perkembangan UMKM untuk dapat meningkatkan eksistensinya di kancah persaingan global melainkan tingkat daya saing  dan inklusivitas lembaga keuangan sebagai intermediasi dalam menawarkan produk dan jasa keuangan menjadi kurang optimal. Penelitian ini adalah tahun pertama dari rangkaian kegiatan penelitian selama tahun 2016 – 2019 dengan fokus kajian tentang daya saing dan inklusivitas lembaga keuangan perbankan serta pengaruhnya bagi pengembangan UMKM khususnya di sector perikanan. Secara spesifik tujuan penelitian pada tahun 2016 ini antara lain (1) Mengkaji tingkat daya saing dan inklusivitas industri keuangan Indonesia; (2) Mengidentifikasi Peran Pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan dalam meningkatkan daya saing dan inklusivitas Lembaga Keuangan di Indonesia; (3) Mengkaji faktor-faktor daya saing dan inklusivitas lembaga keuangan perbankan dalam melayani kebutuhan finansial UMKM; (4) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi akses dan partisipasi UMKM terhadap lembaga keuangan; (5) Menganalisis pengaruh daya saing lembaga keuangan bank/mikro terhadap kinerja UMKM. Metodologi penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dan kuantitatif dengan lokasi penelitian di Propinsi Jawa Barat dan Jawa Timur. Adapun sasaran utama yang ingin dicapai pada penelitian ini adalah dihasilkannya masukan-masukan kebijakan yang konkrit untuk memperkuat daya saing dan inklusivitas institusi keuangan di Indonesia dalam upaya meningkatkan daya saing UMKM. Kesimpulan sementara dari penelitian ini adalah dalam tataran internasional tingkat daya saing industri keuangan Indonesia berdasarkan indikator keuangan (rasio profitabilitas) dibandingkan dengan beberapa Negara di Asia cukup kompetitif. Namun demikian, tingkat daya saing industri keuangan Indonesia yang relatif baik tersebut tidak disertai dengan daya insklusifitasnya. Dalam tataran nasional, dimana struktur keuangan perbankan terdiri dari beberapa jenis bank termasuk BPR dapat ditinjau bahwa tingkat daya saing berdasarkan jumlah total asset, jumlah kantor dan kinerja keuangan (rasio solvabilitas, profitablitas maupun efisiensi), bank umum serta bank persero masih menduduki peringkat utama dalam industri keuangan perbankan di Indonesia. Sementara BPR meskipun total asset dan jumlah kantornya lebih rendah dibandingkan bank umum maupun persero, namun kinerja keuangan ditinjau dari nilai CAR, ROA, ROE dan BOPO relative cukup baik. Inklusivitas layanan keuangan yang ditinjau dari proporsi pembiayaan bagi UMKM menunjukkan bahwa bank persero dan bank swasta nasional devisa masih unggul dibandingkan dengan jenis bank lain, sementara proporsi pembiayaan BPR bagi UMKM masih dibawah bank BPD maupun Bank campuran. Akan tetapi, tingkat NPL penyaluran kredit bagi UMKM pada BPR maupun BPD relative paling tinggi dibandingkan dengan rasio NPL kredit bank persero maupun bank swasta nasional devisa. Berdasarkan hasil survey menunjukkan bahwa factor-faktor yang mempengaruhi para pelaku UMKM sektor perikanan untuk mendapatkan kredit adalah Rasio Pendapatan terhadap Pengeluaran (RPP), Jenis Pekerjaan, Lama Usaha, dan Jumlah Tanggungan Keluarga. Sementara dengan adanya penambahan modal dari perbankan, banyak manfaat yang diperoleh pelaku UMKM di sector perikanan baik secara finansial maupun non-finansial. 

Share: